Monday, August 1, 2011

Krisis Identitas Facebooker dan Tweep

Penggunaan jejaring sosial saat ini memberikan banyak keuntungan. Salah satunya fenomena jejaring sosial mendekatkan yang jauh. Namun, tidak sedikit kerugian atas terlalu sering menggunakan jejaring sosial, contohnya kehilangan identitas diri. Laman metro.co.uk mewartakan, Senin (1/8), Twitter dan Facebook berpotensi membuat penggunanya mengalami krisis identitas dan merusak tingkat konsentrasi.

Baroness Greenfield dari Universitas Oxford, Inggris, memperingatkan penggunaan Facebook dan Twitter membuat orang mengharapkan kepuasan instan. Selain itu, jejaring sosial tersebut juga bisa mengurangi kemampuan konsentrasi dalam jangka waktu yang lama.

"Ini hampir seolah-olah mereka berada dalam semacam krisis identitas. Dalam arti, membuat pikiran mereka menerima segala sesuatu yang serba instan," katanya.

Jika sudah parah, berdasarkan penelitian, beberapa pengguna Facebook atau facebooker bahkan terkena sindrom untuk menjadi "selebritas" di dunianya sendiri. Mereka melakukan apa pun untuk bisa diperhatikan, contohnya dengan mengunduh foto yang tidak pantas.

"Ini hampir seolah-olah orang yang hidup dalam dunia maya," tambahnya. Jika sudah begitu, biasanya mereka akan lebih memikirkan pendapat orang lain dibandingkan dengan pikiran mereka sendiri.